Pameran & Simposium Inovasi Pelayanan Publik, Jawa Timur 2019

SMK Gajah Mada Banyuwangi turut serta "Pameran & Simposium Inovasi Pelayanan Publik, Jawa Timur 2019" yang ditunjuk oleh Cabang Dinas Provinsi Jawa Timur untuk menampilkan karya cipta inovasi di tingkat SMK.

Pameran & Simposium Inovasi Pelayanan Publik, Jawa Timur 2019
Pameran & Simposium Inovasi Pelayanan Publik, Jawa Timur 2019

Acara ini digelar oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dan Pemprov Jawa Timur, Rabu tanggal 24 hingga tanggal 26 April 2019, bertempat di Taman Blambangan.

Gubernur Jatim mengungkapkan alasan mengapa acara tersebut ditempatkan di Banyuwangi. “Banyuwangi adalah sentra dari ikhtiar upaya peningkatan pelayanan publik. Inovasi yang telah dilakukan Banyuwangi semoga bisa menjadi referensi bagi daerah lain,” ungkap Khofifah saat membuka acara, Kamis (25/4/2019).

Khofifah menambahkan pelayanan publik yang dilakukan Pemkab Banyuwangi, tidak sekadar berhenti pada inovasi tanpa tujuan. Namun bermuara pada peningkatan kesejahteraan rakyat.

"Tujuan inovasi pelayanan publik adalah peningkatan kesejahteraan warga. Banyuwangi telah menjadi contoh, bagaimana inovasi pelayanan publiknya berkorelasi positif dengan peningkatan perekonomian daerah," ungkapnya.

Khofifah kemudian menyoroti cerita sukses Mal Pelayanan Publik yang dikembangkan Pemkab Banyuwangi yang mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengurus berbagai dokumen dan perizinan. Sebanyak kurang lebih 178 stand, inspektorat, perbankan, kepolisian, rumah sakit, dan lembaga-lembaga pemerintahan lain di Jawa Timur ada disini.

“Sebagai aparatur sipil negara harus 'we have to open mind' yang tahu dan yang lebih paham kebutuhan masyarakat, Rakyat diberikan kemudahan dengan keberadaan Mal Pelayanan Publik ini. Apalagi dengan layanan digitalisasi yang semakin hari semakin tak bisa dihindarkan,” ungkapnya.

Deputi Pelayanan Publik Kementerian PAN-RB Diah Natalisa juga mengapresiasi berbagai inovasi pelayanan publik yang dilakukan Banyuwangi. Inovasi Banyuwangi tidak hanya memanfaatkan cara-cara konvensional. Namun, telah meningkat pada taraf kolaborasi dengan segala pihak, seperti halnya komunitas dan swasta.

“Saya tahu betul bagaimana inovasi pelayanan publik Banyuwangi telah melibatkan banyak pihak. Seperti program penanganan Bumil Risti (Ibu Hamil Berisiko Tinggi) yang melibatkan masyarakat hingga aparat kepolisian. Juga program pengantaran obat kepada pasien kurang mampu yang berkolaborasi dengan Go-Jek,” ujar Diah.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menegaskan, berbagai inovasi yang dilakukan Banyuwangi berangkat dari upaya menjawab tantangan dan memanfaatkan potensi yang ada. 

“Misalnya, untuk tantangan geografis Banyuwangi yang sangat luas, kami mendorong program Smart Kampung, di mana pelayanan publik ditekankan di tingkat desa,” tegasnya.

Bupati Anas menambahkan untuk tantangan ekspektasi publik yang makin tinggi, pihaknya telah mengembangkan Mal Pelayanan Publik sejak 2017. "Ini menjadi mal pelayanan publik pertama di Indonesia yang dikembangkan oleh pemerintah kabupaten," ujarnya di acara Simposium Inovasi Pelayanan Publik 2019(*)